Franchise Tom Sushi menarik perhatian pecinta bisnis kuliner Jepang. Merek ini dikenal lewat konsep sushi ban berjalan yang praktis dan harga bersahabat. Pelanggan mengambil piring sesuka hati. Suasananya santai dan cocok untuk keluarga. Tak heran banyak calon pengusaha ingin ikut mengelolanya.
Artikel ini mengulas franchise Tom Sushi dari berbagai sisi. Anda akan membaca sejarah, status kemitraan, estimasi biaya, syarat, cara daftar, menu andalan, hingga simulasi balik modal. Semua ditulis dengan kalimat singkat.
Satu catatan penting. Pihak pengelola belum memublikasikan paket kemitraan secara terbuka. Angka biaya di artikel ini berasal dari estimasi pihak ketiga dan simulasi. Gunakan sebagai gambaran awal, lalu konfirmasi langsung ke pihak resmi.
Sejarah dan Pemilik Franchise Tom Sushi

Tom Sushi adalah merek restoran Jepang di Indonesia. Merek ini berada di bawah naungan Sushi Tei Group. Grup tersebut berdiri pada 2003 dan fokus pada makanan Jepang. Gerai Sushi Tei pertama di Indonesia dibuka di Plaza Indonesia, Jakarta.
Awal Mula Tom Sushi
Tom Sushi diluncurkan pada 2017 di Grand Indonesia, Jakarta. Konsepnya kaitenzushi, yaitu sushi yang berputar di atas ban berjalan. Tanpa perlu memesan, pelanggan bisa langsung meraih hidangan yang berputar di depan meja. Konsep ini menjawab kebutuhan makan cepat dengan pengalaman yang menyenangkan.
Sebuah penelitian mahasiswa mencatat produk Tom Sushi bersertifikat Halal MUI sejak Maret 2018. Sertifikasi ini penting bagi pasar Indonesia.
Siapa Pemilik Tom Sushi
Tom Sushi dimiliki dan dikelola Sushi Tei Group. Grup ini membawahi delapan merek. Di antaranya Sushi Tei, Sushi Kiosk, Sushi Kyuden, Hokkaido-Ya, dan Yoka Yoka. Per Februari 2025, grup ini mengoperasikan 110 restoran di 18 kota.
Media Okezone pada 2023 menyebut Sonny Kurniawan sebagai direktur Sushi Tei Indonesia. Pengelolaan Tom Sushi disebut berada di tangan PT Boga Nusa Bersama, berdasarkan laporan akademik. Data kepemilikan rinci tidak dipublikasikan luas. Karena itu, minta penjelasan legal langsung dari pihak perusahaan sebelum bermitra.

Apakah Franchise Tom Sushi Dibuka?
Pertanyaan ini paling sering muncul. Jawabannya belum sepenuhnya jelas. Penelusuran publik tidak menemukan brosur atau paket kemitraan resmi Tom Sushi. Situs Sushi Tei Group lebih banyak memuat profil merek, menu, dan layanan katering.
Yang Sudah Terkonfirmasi
Di balik Tom Sushi ada grup besar yang sudah mengoperasikan ratusan gerai di berbagai wilayah. Beberapa situs waralaba menyebut Tom Sushi sebagai sub-brand dengan modal lebih rendah dari Sushi Tei. Namun situs tersebut bukan sumber resmi. Anggap informasinya sebagai petunjuk, bukan kepastian.
Yang Belum Jelas
Skema kemitraan belum diumumkan. Bisa jadi seluruh gerai dikelola grup sendiri. Bisa juga ada kemitraan terbatas. Royalti, wilayah, dan syarat juga belum dipublikasikan.
Cara Menyikapinya
Jangan percaya paket yang mengatasnamakan Tom Sushi tanpa bukti. Waspadai perantara yang meminta transfer di muka. Hubungi Sushi Tei Group lewat kanal resmi. Minta prospektus penawaran waralaba.
Hukum Indonesia mewajibkan pemberi waralaba memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW). Cek nomornya sebelum membayar apa pun. Dengan begitu, minat Anda pada franchise Tom Sushi tetap aman dari risiko penipuan.

Biaya Franchise Tom Sushi
Pihak pengelola belum merilis angka resmi. Satu situs informasi waralaba memperkirakan modal awal Tom Sushi sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp2,5 miliar. Itu angka pihak ketiga, bukan tarif resmi.
Agar mudah dibayangkan, berikut simulasi alokasi dana dengan basis Rp2 miliar. Rinciannya hanya ilustrasi, bukan daftar harga dari Tom Sushi.
| Komponen | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Total investasi (estimasi pihak ketiga) | Rp1,5 miliar – Rp2,5 miliar |
| Renovasi, interior, dan ban berjalan (simulasi) | Rp700 juta – Rp800 juta |
| Peralatan dapur dan pendingin (simulasi) | Rp300 juta – Rp400 juta |
| Fee waralaba atau lisensi (simulasi) | Rp100 juta – Rp200 juta |
| Sewa tempat dibayar di muka (simulasi) | Rp200 juta – Rp300 juta |
| Stok awal dan biaya pra-pembukaan (simulasi) | Rp100 juta – Rp160 juta |
| Modal kerja tiga bulan (simulasi) | Rp200 juta – Rp300 juta |
Biaya riil sangat bergantung pada lokasi. Sewa mal besar di Jakarta jauh lebih mahal daripada kota lain. Luas gerai juga menentukan biaya interior dan peralatan. Panjang ban berjalan ikut memengaruhi anggaran.
Sebagai pembanding, situs pihak ketiga memperkirakan modal Sushi Tei sekitar Rp3 miliar hingga Rp5 miliar. Sumber lain menyebut Rp7 miliar hingga lebih dari Rp14 miliar. Selisihnya besar. Ini bukti bahwa angka tak resmi harus diverifikasi. Minta penawaran tertulis sebelum menghitung.
Biaya Operasional dan Fee Berkala
Modal awal hanyalah babak pertama. Setelah gerai buka, biaya rutin langsung berjalan.
Royalti dan Biaya Pemasaran
Tom Sushi belum mengumumkan royalti. Data industri global menunjukkan royalti waralaba umumnya 4% hingga 8% dari omzet. Iklan bersama biasanya 1% hingga 3%. Jadikan angka ini batas bawah perencanaan. Angka riil harus tercantum dalam kontrak.
Biaya Operasional Bulanan
Berikut pos terbesar yang perlu dianggarkan:
- Bahan baku, terutama ikan segar dan beras
- Gaji koki, kasir, dan pelayan
- Sewa tempat dan biaya servis mal
- Listrik untuk pendingin dan ban berjalan
- Kemasan, perlengkapan, dan kebersihan
- Pemasaran dan komisi aplikasi pesan antar
Bahan baku sushi cepat rusak. Pemborosan bisa menggerus laba. Pengelolaan stok yang disiplin sangat menentukan. Franchise Tom Sushi menuntut kontrol biaya harian yang rapi. Siapkan dana cadangan minimal tiga bulan operasional.
Syarat Franchise Tom Sushi
Syarat resmi belum dipublikasikan. Namun ada pola umum yang bisa dijadikan pegangan. Sebagai gambaran, grup yang sama memberi catatan untuk Sushi Tei. Kriteria khusus tidak ketat. Pengalaman di bidang ritel atau makanan dipertimbangkan.
1. Syarat Finansial
Calon mitra perlu menyiapkan modal yang cukup, termasuk dana cadangan. Pihak pengelola biasanya menilai kemampuan finansial. Siapkan bukti dana dan proyeksi arus kas. Syarat franchise Tom Sushi kemungkinan menuntut kesiapan modal yang jelas.

2. Syarat Legal dan Administratif
Dokumen dasar yang umumnya diminta:
- KTP dan NPWP pemilik
- NIB sebagai izin usaha
- Akta pendirian bila berbentuk badan usaha
- Proposal bisnis dan rencana lokasi
- Dokumen sewa atau kepemilikan tempat
- Syarat Operasional dan Halal
Brand ini bersertifikat halal. Mitra wajib menjaga standar tersebut. Pemasok bahan, alur dapur, dan pelatihan staf harus mengikuti aturan. Pelanggaran bisa merusak reputasi merek.
3. Komitmen Pribadi
Pengalaman mengelola restoran akan menambah nilai. Anda juga perlu hadir secara aktif. Mitra yang punya rencana bisnis berkelanjutan biasanya mendapat nilai lebih di mata pengelola.
Cara Daftar Franchise Tom Sushi
Karena paket resmi belum terbuka, langkah berikut bersifat panduan umum. Prosesnya mengikuti pola waralaba pada umumnya.
Langkah Pendaftaran
1. Kunjungi situs resmi Sushi Tei Group.
2. Cari kontak resmi bagian pengembangan bisnis.
3. Sampaikan minat dan profil usaha Anda.
4. Minta prospektus penawaran waralaba.
5. Ikuti presentasi dan wawancara.
6. Ajukan usulan lokasi.
7. Terima hasil survei dan analisis kelayakan.
8. Tinjau draf perjanjian bersama pengacara.
9. Tanda tangani kontrak dan bayar fee.
10. Ikuti pelatihan, bangun gerai, lalu buka.
11. Hal yang Harus Dicek
Pastikan pemberi waralaba memiliki STPW. Periksa masa berlaku kontrak. Pelajari klausul perpanjangan dan pemutusan. Tanyakan siapa yang menyediakan bahan baku. Tanyakan pula soal dukungan pelatihan dan pemasaran.
Jangan tergoda penawaran cepat dari pihak yang tidak jelas. Gunakan hanya kanal resmi. Simpan semua bukti komunikasi. Konsultasikan dengan penasihat hukum dan akuntan. Tanyakan langsung apakah franchise Tom Sushi sedang dibuka untuk mitra baru.
Menu Best Seller Tom Sushi
Tom Sushi menawarkan puluhan pilihan hidangan. Berikut menu yang paling sering disebut pelanggan dan penelitian publik. Ketersediaan bisa berbeda tiap gerai.
| Menu Best Seller | Keterangan |
|---|---|
| Volcano Sushi | Roll dengan topping menonjol, sering disebut pelanggan sebagai favorit. |
| Aburi Flower Sushi | Sushi dengan topping dibakar sebentar agar aromanya keluar. |
| Aburi Salmon | Irisan salmon yang diaburi dengan rasa gurih. |
| Beef Tamago Cheese Maki | Maki berisi daging sapi, telur gulung, dan keju. |
| Spicy Niki Tofu | Hidangan tahu dengan cita rasa pedas gurih. |
| Chocolate Pudding | Puding cokelat sebagai penutup manis. |
Mengapa Menu Ini Penting
Menu andalan membantu bisnis tampil menonjol. Aburi dan volcano mudah difoto. Visual menarik membuat pelanggan membagikannya ke media sosial. Itu promosi gratis.
Pilihan makanan juga beragam, dari sushi, hidangan hangat, hingga pencuci mulut. Variasi menjangkau anak muda, keluarga, dan pekerja kantoran. Konsep ban berjalan membuat pelanggan mudah mencoba banyak jenis. Rata-rata belanja pun cenderung naik. Menu yang kuat menjadi daya tarik utama franchise Tom Sushi.
Keunggulan Franchise Tom Sushi
Ada beberapa alasan investor melirik franchise Tom Sushi. Berikut keunggulan yang paling menonjol.
Konsep Kaitenzushi yang Interaktif
Sushi berjalan di depan pelanggan. Mereka bisa langsung memilih. Proses ini cepat dan menyenangkan. Pelanggan tidak perlu menunggu lama.
Naungan Grup yang Berpengalaman
Sushi Tei Group sudah beroperasi sejak 2003. Jaringannya mencakup 110 restoran di 18 kota. Pengalaman ini memberi fondasi manajemen yang kuat. Mitra tidak memulai dari nol.
Sertifikat Halal
Tom Sushi sudah bersertifikat halal. Ini membuka akses ke pasar muslim yang sangat besar. Banyak pelanggan merasa nyaman makan di sana. Label halal juga memudahkan perizinan promosi di mal.
Harga yang Terjangkau
Ulasan pelanggan sering menyoroti harga yang bersahabat. Dibanding restoran sushi premium, Tom Sushi lebih ramah di kantong. Segmen ini luas dan loyal. Perputaran meja cenderung cepat.
Modal Lebih Ringan dari Merek Induk
Estimasi pihak ketiga menempatkan Tom Sushi lebih rendah dari Sushi Tei. Dengan begitu, franchise Tom Sushi bisa menjadi pintu masuk bagi investor menengah. Meski demikian, angkanya tetap perlu dikonfirmasi.
Menu dan Visual yang Menarik
Menu aburi dan volcano tampil memikat. Pelanggan senang memotretnya. Efek viral membantu menarik pengunjung baru.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Franchise Tom Sushi juga memiliki sisi lemah. Pahami sebelum mengambil keputusan.
Informasi Kemitraan Belum Terbuka
Paket resmi belum dipublikasikan. Anda harus menggali sendiri. Risiko salah informasi pun lebih besar. Jangan memutuskan tanpa dokumen tertulis.
Kualitas dan Layanan Bervariasi
Ulasan pelanggan menunjukkan opini campuran. Ada yang memuji rasa dan harga. Ada yang mengeluhkan porsi kecil dan sushi dingin karena terlalu lama di ban. Beberapa menyoroti layanan. Mitra harus menjaga standar agar ulasan tetap positif.
Biaya Bahan Baku Sensitif
Ikan segar mudah rusak dan harganya bisa naik. Pengelolaan stok yang buruk menggerus margin. Fluktuasi harga impor juga memengaruhi biaya.
Biaya Sewa Mal Tinggi
Banyak gerai berada di pusat perbelanjaan. Sewa dan biaya servis tidak murah. Jika pengunjung turun, beban tetap berjalan.
Persaingan Ketat
Restoran Jepang sangat banyak. Pesaing murah dan premium sama-sama bermunculan. Promo agresif bisa menekan margin. Mitra harus siap berinovasi dan tetap menjaga mutu.
ROI dan BEP Franchise Tom Sushi
Menghitung ROI franchise Tom Sushi membantu Anda menilai kelayakan. Tabel berikut hanya simulasi hipotetis. Angkanya bukan data resmi dari Tom Sushi. Basis investasi yang dipakai Rp2 miliar.
| Skenario | Omzet/Bulan | Omzet/Tahun | Margin Bersih | Laba/Tahun | ROI/Tahun | Estimasi BEP |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Konservatif | Rp250 juta | Rp3 miliar | 8% | Rp240 juta | 12% | ± 8,3 tahun |
| Moderat | Rp350 juta | Rp4,2 miliar | 12% | Rp504 juta | 25,2% | ± 4 tahun |
| Optimis | Rp450 juta | Rp5,4 miliar | 15% | Rp810 juta | 40,5% | ± 2,5 tahun |
Cara Menghitung
Cari ROI dengan membagi laba bersih setahun terhadap modal yang ditanam. Untuk BEP, balikkan rumusnya. Bagi modal dengan laba bersih setahun. Hasilnya menunjukkan lama balik modal dalam tahun.
Pada skenario moderat, laba Rp504 juta dibagi Rp2 miliar menghasilkan ROI 25,2%. Sebaliknya, Rp2 miliar dibagi Rp504 juta menghasilkan BEP sekitar 4 tahun.
Agar Hasilnya Lebih Realistis
Estimasi biaya makan untuk dua orang di platform ulasan berkisar Rp80 ribu hingga Rp170 ribu. Gunakan angka serupa untuk menebak jumlah transaksi harian. Misalnya omzet Rp350 juta per bulan berarti sekitar Rp11,7 juta per hari. Dengan rata-rata Rp100 ribu per transaksi, Anda butuh sekitar 117 transaksi sehari.
Tanyakan data omzet gerai sejenis kepada pihak pengelola. Data itu jauh lebih berharga dari simulasi. Franchise Tom Sushi paling aman dinilai dengan angka nyata, bukan harapan.
Tips Memilih Lokasi yang Tepat
Lokasi sangat memengaruhi kinerja franchise Tom Sushi. Konsep ban berjalan butuh ruang, arus pengunjung, dan visibilitas.
Kriteria Lokasi Ideal
– Mal dengan pengunjung ramai
– Dekat perkantoran dan kampus
– Area dengan akses transportasi mudah
– Ruang cukup untuk ban berjalan dan dapur terbuka
– Visibilitas baik dari jalur pengunjung
– Analisis Pasar Sekitar
Amati siapa yang lewat setiap hari. Kantor dan kampus memberi pasar makan siang yang stabil. Perumahan kelas menengah cocok untuk keluarga. Hitung pesaing sushi dan restoran Jepang dalam radius dekat. Cek daya beli warga sekitar.
Aspek Teknis dan Biaya
Ban berjalan dan pendingin butuh listrik besar. Pasti
kan daya tersedia. Periksa saluran air dan sirkulasi udara. Hitung sewa per meter persegi. Bandingkan dengan target omzet. Sewa yang terlalu mahal bisa membuat BEP molor.
Uji Lapangan
Lakukan survei di jam makan siang dan malam. Catat jumlah pengunjung yang lewat. Ulangi di akhir pekan. Tanyakan pendapat pengelola mal soal kinerja tenant makanan. Libatkan pihak Sushi Tei Group untuk menilai kelayakan. Jangan terburu-buru karena lokasi sulit dipindah.
Franchise Tom Sushi vs Alternatif Lain
Membandingkan opsi membantu Anda mengambil keputusan yang tepat. Data berikut berasal dari estimasi pihak ketiga dan bisa berubah.
Tom Sushi dan Sushi Tei
Sushi Tei satu grup dengan Tom Sushi. Situs pihak ketiga memperkirakan modal Sushi Tei sekitar Rp3 miliar hingga Rp5 miliar. Sumber lain menyebut angka lebih tinggi. Sementara Tom Sushi diperkirakan Rp1,5 miliar hingga Rp2,5 miliar. Sushi Tei menyasar kelas menengah atas. Tom Sushi menyasar segmen lebih luas.
Kapan Merek Lain Lebih Cocok
Jika modal Anda di bawah Rp1 miliar, pertimbangkan sushi kios atau kemitraan skala kecil. Banyak merek lokal menawarkan paket jauh lebih murah. Skalanya lebih ringan, tetapi dukungan merek juga berbeda. Franchise Tom Sushi lebih cocok bagi investor yang siap berinvestasi di restoran dengan interior dan ban berjalan.
Cara Memilih
Bandingkan modal, royalti, dukungan, dan lokasi. Pilih merek yang sesuai kemampuan dana dan waktu Anda. Jangan hanya terpikat nama besar.
FAQ Seputar Franchise Tom Sushi
Berapa Biaya Franchise Tom Sushi?
Pihak resmi belum mengumumkan angka. Estimasi pihak ketiga menyebut sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp2,5 miliar. Konfirmasi langsung ke pengelola.
Di Mana Mendaftar Franchise Tom Sushi?
Mulai dari kanal resmi Sushi Tei Group. Hindari perantara yang tidak jelas. Selalu minta bukti STPW sebelum membayar.
Apakah Tom Sushi Halal?
Ya. Tom Sushi termasuk brand Sushi Tei Group yang bersertifikat halal. Mitra wajib menjaga standar halal di setiap gerai.
Berapa Lama Balik Modal?
Tergantung omzet, margin, dan lokasi. Simulasi di atas menunjukkan kisaran sekitar 2,5 hingga 8,3 tahun. Hasil nyata bisa berbeda.
Kesimpulan
Bagi investor yang membidik pasar sushi terjangkau, Tom Sushi menawarkan konsep ban berjalan yang praktis. Mereknya berada di bawah grup berpengalaman. Sertifikat halal menambah kepercayaan pasar. Namun, paket kemitraan resmi belum dipublikasikan.
Karena itu, jangan mengambil keputusan hanya dari estimasi. Hubungi Sushi Tei Group lewat jalur resmi. Pastikan STPW dan dokumen penawaran waralaba. Hitung ROI dan BEP dengan data nyata. Pilih lokasi dengan cermat. Langkah yang teliti akan membantu Anda menekan risiko dan memperbesar peluang sukses.